Kata Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan segala Rahmat dan
KaruniaNya, kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan laporan tentang”STUDY
TOUR KE MASJID BAYAN BELEQ DAN PETERNAKAN”ini.Tidak lupa kami ucapkan terima
kasih kepada guru pembimbing dan teman-teman yang telah memberi dukungan dalam
menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan
tentang “STUDY TOUR KE MASJID BAYAN BELEQ DAN PETERNAKAN” ini disusun sebagai
bentuk proses belajar mengembangkan kemampuan siswa. Kami menyadari dalam pembuatan
laporan ini masih banyak kekurangan dan kesalahan,oleh karena itu kami
mengharap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan kami di masa yang akan
datang.
Kami
berharap semoga dengan selesainya makalah ini,dapat bermanfaat bagi pembaca dan
teman-teman, khususnya dalam memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan tentang”
STUDY TOUR KE MASJID BAYAN BELEQ DAN PETERNAKAN”.
Atas
perhatian dan kerja sama teman-teman beserta
para pembimbing kami ucapkan
terima kasih.
Mataram,
2 Januari 2013
Penyusun
Pendahuluan
Lombok
adalah salah satu pulau di NTB yang beribu kota di Mataram. Pulau Lombok berada
diantara Pulau Bali dan Pulau Sumbawa.
Pulau
Lombok memiliki banyak daerah pariwisata dan masih kental dengan adat – adatnya
seperti gendang beleq, tari gandrung, kasidah, dan masih banyak lagi.
Ada
salah satu desa di Lombok yang sangat kental dengan adat yaitu Desa Sade. Di
desa sade, lantainya masih menggunakan tanah yang dicampur dengan kotoran sapi,
atapnya dari jerami, dan masih banyak keunikan lainnya. Desa ini terletak di Lombok
Tengah.
Di Lombok memiliki pantai yang sangat indah,
yaitu Pantai senggigi, Pantai kuta, Pantai mawun, Pantai pink, Pantai surga,
Pantai sundancer, dan masih banyak lagi.
Di sekitar pulau Lombok
banyak terdapat gili-gili antara lain Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Gili
Kondo, Gili Nanggu, Gili Lampu, Gili Gede, dan masih banyak lagi.
Pulau Lombok bermayoritas agama islam dan
dijuluki dengan “Pulau 1000 Masjid” karena memang tidak sulit mencari masjid
dan mushola disini. Pulau Lombok juga memproduksi mutiara.
|
|
Sesuai dengan
namanya, Masjid Kuno Bayan Beleq terletak di kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok
Utara tepatnya berada di perbatasan antara
Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Nama “Beleq” di
masjid ini berarti “makam besar”. Ada sejumlah makam yang berada di kompleks
masjid yaitu Gaus Abdul Rozak yang diyakini sebagai penyebar agama Islam
pertama di kawasan ini. Juga ada gubuk kecil di sebelah belakang kanan dan
depan kiri masjid yang merupakan makam tokoh-tokoh agama yang ikut turun tangan
pembangunan dan mengurusi masjid ini sejak awal.
Masjid ini
sangat sederhana, dindingnya
berasal dari anyaman bambu dan beralaskan tanah liat yang dikeraskan dan
dilapisi dengan anyaman tikar bambu. Atapnya terbuat dari bilah-bilah bambu.
Pondasi masjid ini menggunakan batu kali tanpa semen.

Walaupun sederhana, masjid ini istimewa, karena merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau Lombok. Selain itu, masjid yang telah berusia lebih dari Masjid ini diperkirakan dibangun sekitar 500 tahun yang lalu, tak seorang pun tahu siapa yang membangun masjid ini. Beberapa sumber menyebutkan, Masjid Kuno Bayan dibangun sekitar abad ke 16 M. Ceritanya, Sunan Giri dari Gresik menyebarkan agama Islam ke Pulau Lombok.Ketika sampai di Desa Bayan, Sunan diterima oleh Raja Bayan yang bergelar Datu Bayan, kemudian Sunan diberi sebidang tanah untuk mendirikan masjid. Tak ada kejelasan, apakah masjid ini dibangun langsung oleh Sunan Giri, atau oleh tokoh lain yang datang kemudian menggantikan posisinya .
Menurut sumber lain, yang
menyebarkan Islam ke tanah Lombok adalah Sunan Prapen, bukan Sunan Giri. Sunan
Prapen dikenal juga dengan nama Pangeran Senopati, dan merupakan cucu Sunan
Giri. Jika data sejarah ini yang benar, maka Masjid Kuno Bayan jelas tidak
mungkin dibangun oleh Sunan Giri.Memang ada perbedaan data sejarah, tapi
semuanya sepakat bahwa masjid ini telah berusia sangat tua.
Saat ini, Masjid Bayan Beleq tidak lagi
digunakan oleh masyarakat sekitar, kecuali pada perayaan hari-hari besar
tertentu, pada perayaan Idul Fitri, masjid ini
tidak hanya menggelar sholat berjamaah namun 3 hari setelah itu diselenggarakan
perayaan Lebaran Adat Tinggi. Menurut masyarakat setempat, perayaan ini
digunakan untuk menopang dan memperkuat Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan pada
perayaan lebaran Adat Tinggi ini disebut dengan Serah Ancak. Ancak adalah
tempat membawa makanan yang berbentuk segi empat dan terbuat dari anyaman bambu
dilapisi daun pisang. Diatas daun pisang inilah terdapat makanan dan lauk pauk
seperti urap, sate, ikan, daging ayam, daging kambing dan lain-lain.
Masing-masing bahan yang diletakkan di Ancak merupakan sumbangan dari warga
desa secara sukarela. Memasaknya pun dilakukan secara bersama-sama oleh
masyarakat Bayan. Konon, dengan menyantap makanan Ancak ini, maka apapun yang
kita inginkan akan berhasil.
|
|
|
|
|
|
Di Desa Bayan dikenal adanya Aliran Wetu Telu (Waktu
Tiga).Terjadi perbedaan tentang interpretasi Wetu Telu.Ada yang berpendapat
bahwa Wetu Telu adalah tiga hari besar berkumpulnya umat Islam yaitu pada saat
shalat Jumat, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.Ada juga yang berpendapat Wetu
Telu adalah tiga waktu shalat yakni Maghrib, Isya dan Subuh.Perbedaaan tersebut
tidak menjadi pertentangan di kalangan masyarakat Bayan.Wetu Telu muncul akibat
penyebaran agama Islam yang tidak tuntas karena penyebar agama Islam saat itu
berpindah ke Lombok Timur.
Peternakan
ini terletak di Lombok Utara. Daerah ini masih sangat asri, tetapi disini juga
termasuk daerah yang kering. Pemilik peternakan ini masih melakukan uji coba
dengan menanam berbagai jenis sayuran seperti singkong.
Pemilik
peternakan juga bilang bahwa daerah ini mempunyai potensi yang luar biasa yang
harus dikembangkan. Disini terdapat sapi, kambing, dan ayam sebagai hewan
ternak.
Disini
sudah memiliki sumur pompa yang berfungsi seperti hujan. Airnya yang keluar
bisa mencapai 20 meter. Air yang keluar
sudah bersih, jadi bisa langsung dipakai minum. Luas peternakan ini mencapai 2
ha. Tetapi petani juga harus pintar memanfaatkan hujan.
Sumur
Pompa ini sudah diteliti selama 7 tahun. Daerah ini pernah dilewati raja Bali
saat ia sedang dikejar-kejar raja majapahit maka dari itu daerah ini disebut
Arungan Bali.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penutup
Atas berkat rahmat Allah SWT yang telah memberikan hidayah
dan inayah-Nya kapada kita semua sehinngga kami dapat menyalesaikan tugas dan
kewajiban kami dalam membuat laporan study tour dengan selamat tidak ada suatu
halangan apapun sehingga kami dapat menyusun laporan ini dengan baik.
Dan kami
mengucapkan semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi
para pembaca.Saya juga tidak lupa minta saran-saran dan kritikan yang bersifat
membangun sebulum dan sesudahnya saya sebagai penyusun laporan ini mengucapkan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu didalam menyusun laporan
ini.
Saya
sebagai penyusun tidak lupa minta maaf kepada para pembaca apabila didalam
menyusun dan menulis laporan ini melakukan kesalahan-kesalahan.Dan apabila
didalam menyusun laporan ini di dalamnya ada kata-kata yang kurang berkenan di
hati para pembaca, sekali lagi kami minta maaf yang sebesar-besarnya.
A. Kesimpulan
Setelah
kami melaksanakan praktek atau karya wisata ke masjid bayan beleq dan
peternakan, berdasarkan data-data dan keterangan serta pengalaman yang kami
peroleh maka, kami dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Daya tampung sejarah masjid bayan beleq dibuka sebagai
tempat pariwisata,
2. agar masyarakat mengetahui
pentingnya sejarah perjuangan bangsa.
3. Dengan adanya ungkapan yang bersih,
teratur, rapi, panorama yang demikian ini akan menjadikan orang ingin
menikmatinya dengan nyaman.
4. Terdapat wisatawan manca negara dan
domestik dapat menikmati keindahan obyek di Lombok
5. Obyek wisata di Lombok memang
semuanya bersih, indah, rapi, sehingga
6. pengunjung merasa puas.
B. Saran-saran
Karena keperluan kami dalam hal ini. Penyusun laporan dalam
pelaksanaan karya wisata ini hanya sedikit saran-saran yang menyangkut yang
dapat mendorong dan berguna bagi daerah Lombok dan sekitarnya yang telah
dikunjungi bersama rombongan kelas akselerasi khususnya. Berdasarkan hasil
penelitian yang saya jalankan selama mengikuti study tour berlangsung maka kami
mengajuka saran-saran sebagai berikut :
1.
Pengunjung hendaknya mendapatkan pelayana yang menyenangkan, oleh karana itu
setiap obyek hendaknya diucapkan yang bersifat untuk dipamerkan pemeliharaan
juga penting dilakukan sehingga tidak mengecewakan pengunjung.
2.
Obyek-obyek itu di perbaharui atau di tingkatkan lebih menarik perhatian para
pengunjung dan menarik bagi wismassehingga
dapat menambah penghasilan dan devisa Negara.
3.
Obyek-obyek yang sifatnya sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesina hendaknya
dijaga kemurnian dan kebersihan lingkungan.
Demikian
harapan dansaran-saran dari saya sehingga dapat berkenan dihati para pembaca
dan mendapat perhatian dari beberapa pihak. Jadi, janganlah bosan-bosan membaca
buku-buku pelajaran, pengetahuan ataupun karya tulis ini, dan penulis mengharap
karya tulis ini dapat bermanfaat atau berguna bagi kalian semua, dan semuanya
dan semuanya belajarlah yang rajin agar tercapai cita-citanya., karena kita
semua masih tahap belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
hello guys, kalo mau comment, commentnya mengggunakan bahasa yang sopan ya atau dikosongkan kalau tidak mau menampilkan pesan. thanks you