Jumat, 02 Mei 2014

Pasir yang Berwarna Pink? Ya Pasir Pink!

LOMBOK, hampir seluruh orang berkata bahwa objek wisata di Lombok sangat indah dan menawan. Tetapi, hingga kini objek wisata tersebut tampaknya belum dibenahi oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Satu diantara objek wisata yang indah dan menawan itu adalah Pantai Pink yang sampai saat ini belum terjamah.



 
                                                                                               
            Liburan yang lalu, aku dan keluargaku akan pergi ke Pantai Pink. Pantai Pink ini terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Sebenarnya nama pantai ini Pantai Tangsi, tapi karena pasirnya berwarna pink jadinya namanya Pantai Pink deh. Malamnya, aku sudah ngecas kamera yang akan digunakan untuk memotret besok dan membeli makanan ringan untuk perjalan besok.
            Paginya, aku dan keluargaku sudah siap pada pukul 08.30. Di perjalanan membutuhkan waktu yang cukup lama. Di tengah perjalan kami berhenti untuk sarapan. Selesai sarapan, kami melanjutkan perjalanan. 
Kami melewati daerah transmigrasi yang merupakan daerah yang kering. Banyak rumah penduduk yang hanya terbuat dari kayu. Jalanan disana sangat sangat rusak. Air sepertinya sangat langka. Pohon pohon kering menghiasi pinggiran jalan. Apalagi saat itu sedang musim panas.



          Kami juga melewati hutan lindung sekaroh. Ternyata, lokasinya dibawah tebing, jadi kami harus turun dengan hati hati karena jalannnya terjal. Jam 11.00 kami sudah berada di Pantai Pink. Udaranya sangat panas dan banyak debu.




Saat aku kesana, belum banyak pedagang yang berjualan. Untung saja, kami membawa perbekalan yang cukup. Disini saya menemukan gua buatan dan juga sebuah Meriam peninggalan Penjajah Jepang.




            Pantai Pink  memiliki arus yang cukup tenang dengan deburan ombak yang sangat kecil, sehingga asik untuk bermain - main dan tidak membahayakan. Aku sempat naik keatas bukit yang berada di Pantai Pink. Disana ada beberapa berugak yang dapan digunakan oleh para wisatawan yang ingin menikmati keindahannya dari atas bukit/tebing.






            Di atas kami sempat berfoto foto. Karena dari atas semuanya terlihat begitu jelas dan indah. Selesai berfoto diatas, kami turun untuk makan siang di pesisir pantai walaupun udaranya panas.




            Lokasi di sekitar pantai ini bersih dan tidak ada sampah meskipun saya melihat jarang sekali ada tempat sampah yang disediakan. Menurut guide lokal, penduduk maupun guide sama-sama memberitahukan pengunjung yang datang untuk menjaga kebersihan di pantai ini.






Sama seperti Pink Beach di Pulau Komodo, warna merah muda di Pantai Tangsi berasal dari campuran pasir dan pecahan koral berwarna merah terang. Airnya yang jernih dan ombaknya yang tenang menjadikan pantai ini aman untuk snorkeling atau sekedar berenang. Kami sebenarnya ingin berkeliling menggunakan perahu, tetapi tidak jadi karena udaranya sangat panas.


Setelah selesai berkeliling, akhirnya kami memutuskan untuk pulang yang pada saat itu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kami tiba di rumah pukul 16.30. Perjalanan yang melelahkan tetapi sangat mengasyikkan!

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hello guys, kalo mau comment, commentnya mengggunakan bahasa yang sopan ya atau dikosongkan kalau tidak mau menampilkan pesan. thanks you